Flu: Gejala, Penyebab, Obat dan Cara Mengatasi

flu

Sobat Poltekkes sedang flu? Oh tidak, harus cepat diobati dong. Supaya flunya cepat hilang, simak artikel ini sembari flu diobati, kamu juga dapat ilmu.

Flu itu Apa sih?

Flu atau influenza adalah suatu infeksi saluran pernafasan atas yang disebabkan oleh virus influenza. Flu ini dapat menular dan pada orang dengan daya tahan tubuh yang tinggi biasanya akan sembuh sendiri meskipun tanpa meminum obat.

Pada anak-anak, lanjut usia dan orang-orang yang memiliki daya tahan tubuh rendah akan lebih cenderung menderita komplikasi seperti infeksi bakteri sekunder. Flu dapat ditularkan melalui udara pada saat batuk, bersin dan tangan yang tidak dicuci setelah kontak dengan cairan hidung/mulut.

Bagaimana gejala dari Flu?

  • Orang yang terkenal flu akan mengalami gejala seperti:
  • Demam, sakit kepala dan nyeri otot
  • Lemas
  • Kelelahan
  • Mata berair
  • Batuk, bersin dan hidung berair
  • Sakit tenggorokan

Apa sih yang menyebabkan orang terkena flu?

Flu disebabkan karena infeksi saluran pernafasan bagian atas oleh virus influenza. Seseorang dapat tertular flu dikarenakan menghirup udara yang telah tercemar dengan virus influenza dari orang yang menderita flu. Penyebab lainnya juga dikarenakan seseorang menyentuh benda yang telah terkontaminasi virus flu yang disebarkan melalui bersin atau batuk dari penderita.

Apa yang harus kita lakukan ketika terkena flu?

Hal yang perlu dilakukan ketika terkena flu menurut NHS yaitu:

  1. Istirahat yang cukup
  2. Mengkonsumsi makanan yang bergizi dengan protein dan kalori yang tinggi
  3. Minum air yang banyak dan makan buah-buahan segar yang banyak mengandung vitamin
  4. Minum obat flu untuk meringankan gejala atau keluhan yang dialami
  5. Periksa kedokter bila gejala menetap sampai lebih dari 3 hari

Obat Apa saja yang dapat digunakan untuk mengobati flu?

Karena mimin perhatian sama kamu, silahkan simak beberapa rekomendasi obat beserta fungsinya, antara lain:

1. Antihistamin

Obat golongan antihistamin dapat menghambat kerja histamin yang menyebabkan terjadinya reaksi alergi. Obat yang tergolong antihistamin antara lain: Klorfeniramin maleat/klorfenon/CTM, Difenhidramin HCl.

Kegunaan obat: Anti alergi

Hal yang harus diperhatikan:

  • Hindari dosis melebihi yang dianjurkan
  • Hindari penggunaan bersama minuman beralkohol atau obat tidur
  • Hati-hati pada penderita glaukoma dan hipertropi prostat atau minta saran dokter
  • Jangan minum obat ini bila akan mengemudikan kendaraan dan menjalankan mesin

Efek samping:

  • Mengantuk, pusing, gangguan sekresi saluran napas
  • Mual dan muntah (jarang)

Aturan pemakaian:

– Obat Klorfenon / klorfeniramin maleat (CTM)

  • Dewasa : 1 tablet (2 mg) setiap 6-8 jam
  • Anak : < 12 tahun ½ tablet (12,5 mg) setiap 6-8 jam

– Difenhidramin HCl

  • Dewasa : 1-2 kapsul (25-50 mg) setiap 8 jam
  • Anak : ½ tablet (12,5 mg) setiap 6-8 jam

2. Oksimetazolin (Tetes Hidung)

Kegunaan obat: Mengurangi sekret hidung yang menyumbat

Hal yang harus diperhatikan:

  • Hindari dosis melebihi yang dianjurkan
  • Hati-hati sewaktu meneteskan ke hidung, dosis tepat dan masuknya ke lubang hidung harus tepat, jangan mengalir keluar atau tertahan.
  • Tidak boleh digunakan lebih dari 7-10 hari
  • Ujung botol obat dibilas dengan air panas setiap kali dipakai.

Efek samping:

  • Merusak mukosa hidung karena hidung tersumbat makin parah
  • Rasa terbakar, kering, bersin, sakit kepala, sukar tidur, berdebar.

Kontra Indikasi: Obat ini tidak boleh digunakan untuk

  • Anak berumur di bawah 6 tahun, karena efek samping yang timbul lebih parah.
  • Ibu hamil muda

Aturan pemakaian

  • Dewasa dan anak diatas 6 tahun : 2-3 tetes/semprot oksimetazolin 0,05% setiap lubang hidung
  • Anak : 2-5 tahun : 2-3 tetes/semprot oksimetazolin 0,025% setiap lubang hidung.
  • Obat digunakan pada pagi dan menjelang tidur malam, tidak boleh lebih dari 2 kali dalam 24 jam.

3. Dekongestan oral

Dekongestan mempunyai efek mengurangi hidung tersumbat. Obat dekongestan oral antara lain: Fenilpropanolamin, Fenilefrin, Pseudoefedrin dan Efedrin. Obat tersebut pada umumnya merupakan salah satu komponen dalam obat flu.

Kegunaan Obat: Mengurangi hidung tersumbat

Hal yang harus diperhatikan:

Hati-hati pada penderita diabet juvenil karena dapat meningkatkan kadar gula darah, penderita tiroid, hipertensi, gangguan jantung dan penderita yang menggunakan antidepresi. Mintalah saran dokter atau Apoteker.

Kontra Indikasi:

Obat tidak boleh digunakan pada penderita insomnia (sulit tidur), pusing, tremor, aritmia dan penderita yang menggunakan MAO (mono amin oksidase) inhibitor.

Efek samping:       

  • Menaikkan tekanan darah
  • Aritmia terutama pada penderita penyakit jantung dan pembuluh darah.

Aturan pemakaian:

– Fenilpropanolamina

  • Dewasa : maksimal 15 mg per takaran 3-4 kali sehari
  • Anak-anak 6-12 tahun : maksimal 7,5 mg per takaran 3-4 kali sehari

– Fenilefrin

  • Dewasa : 10 mg, 3 kali sehari
  • Anak- anak 6 – 12 tahun : 5 mg, 3 kali sehari

– Pseudoefedrin

  • Dewasa : 60 mg, 3 – 4 kali sehari
  • Anak-anak 2-5 tahun : 15 mg, 3 – 4 kali sehari
  • 6-12 tahun : 30 mg, 3 – 4 kali sehari

– Efedrin

  • Dewasa : 25 – 30 mg, setiap 3 – 4 jam
  • Anak-anak : sehari 3 mg/kg berat badan, dibagi dalam 4 – 6 dosis yang sama

4. Antitusif/ekspektoran

Berikut adalah jenis-jenis obat Antitusi atau sering disebut ekspektoran, antara lain:

– Dekstrometorfan HBr (DMP HBr)

Kegunaan obat: Penekan batuk cukup kuat kecuali untuk batuk akut yang berat

Hal yang harus diperhatikan:

  • Hati-hati atau minta saran dokter untuk penderita hepatitis
  • Jangan minum obat ini bersamaan obat penekan susunan syaraf pusat
  • Tidak digunakan untuk menghambat keluarnya dahak

Efek samping: Efek samping jarang terjadi. Efek samping yang dialami ringan seperti

mual dan pusing. Dosis terlalu besar dapat menimbulkan depresi pernapasan

Aturan pemakaian:

  • Dewasa : 10-20 mg setiap 8 jam
  • Anak : 5-10 mg setiap 8 jam
  • Bayi : 2,5-5 mg setiap 8 jam

– Gliseril Guaiakolat

Kegunaan:

Mengencerkan lendir saluran napas

Hal yang harus diperhatikan:

Hati-hati atau minta saran dokter untuk penggunaan bagi anak di bawah 2 tahun dan ibu hamil.

Aturan pemakaian:

  • Dewasa : 1-2 tablet (100 -200 mg), setiap 6 jam atau 8 jam sekali
  • Anak : 2-6 tahun : ½ tablet (50 mg) setiap 8 jam, 6-12 tahun : ½ – 1 tablet (50-100 mg) setiap 8 jam

– Bromheksin

Kegunaan: Mengencerkan lendir saluran napas.

Hal yang harus diperhatikan: Konsultasikan ke dokter atau Apoteker untuk penderita tukak lambung dan wanita hamil 3 bulan pertama.

Efek samping: Rasa mual, diare dan perut kembung ringan

Aturan pemakaian:

  • Dewasa : 1 tablet (8 mg) diminum 3 x sehari (setiap 8 jam)
  • Anak : Di atas 10 tahun: 1 tablet (8 mg) diminum 3 kali sehari (setiap 8 jam), 5-10 tahun: 1/2 tablet (4 mg) diminum 2 kali sehari (setiap 8 jam)

5. Antipiretik dan Analgesik

Berikut adalah jenis-jenis obat antipiretik dan analgesik, antara lain:

– Parasetamol/Asetaminofen

Kegunaan obat: Menurunkan demam, mengurangi rasa sakit

Hal yang harus diperhatikan:

  • Dosis harus tepat, tidak berlebihan, bila dosis berlebihan dapat menimbulkan gangguan fungsi hati dan ginjal.
  • Sebaiknya diminum setelah makan
  • Hindari penggunaan campuran obat demam lain karena dapat menimbulkan overdosis.
  • Hindari penggunaan bersama dengan alkohol karena meningkatkan risiko gangguan fungsi hati.
  • Konsultasikan ke dokter atau Apoteker untuk penderita gagal ginjal.

Kontra Indikasi:

Obat demam tidak boleh digunakan pada :

  • penderita gangguan fungsi hati
  • penderita yang alergi terhadap obat ini
  • pecandu alkohol

Aturan pemakaian

  • Dewasa : 1 tablet (500 mg) 3 – 4 kali sehari, (setiap 4 – 6 jam)
  • Anak :
    • 0 – 1 tahun : ½ – 1 sendok teh sirup, 3–4 kali sehari (setiap 4 – 6 jam)
    • 1 – 5 tahun : 1 – 1 ½ sendok teh sirup, 3 – 4 kali sehari (setiap 4 – 6 jam)
    • 6-12 tahun : ½ – 1 tablet (250-500 mg), 3 – 4 kali sehari (setiap 4 – 6 jam)

Rekomendasi Obat Flu dipasaran

Berikut beberapa obat flu dari beberapa merek yang bisa kamu beli di apotek terdekat, antara lain:

1. Bisolvon Flu

Bisolvon Flu

Obat ini mengandung bromhexine HCl setara bromhexine 4 mg, paracetamol 150 mg, chlorpheniramine maleate 2 mg, phenylephrine HCl 5 mg.

2. Decolgen

Decolgen

Obat ini mengandung paracetamol 300 mg, phenylpropanolamine 12,5 mg, dan chlorpheniramine maleate 1 mg.

3. Mixagrip Flu

mixagrip flu

Obat ini mengandung Paracetamol 500 mg, Phenylephrine HCl 15 mg, Chlorpheniramin maleate 2 mg.

4. Panadol Flu dan Batuk

panadol flu dan batuk

Obat ini mengandung Parasetamol 500mg, Pseudoephedrine HCl 30mg, Dextromethorphan HBr 15mg.

5. Bodrex Flu dan Batuk Berdahak PE

Obat ini mengandung Paracetamol 500 mg, Phenylephrine HCL 10 mg, Glyceryl Guaiacolate 50 mg, Bromhexine HCL 8 mg.

6. Bodrex Flu dan Batuk Tidak Berdahak

bodrex flu dan batuk tidak berdahak pe

Obat ini mengandung Paracetamol 500 mg, Phenylephrine HCl 10 mg, Dextromethorphan HBr 12 mg.

7. Neozep Forte

neozep forte

Obat ini mengandung Phenylpropanolamine HCl 15 mg, Paracetamol 250 mg, Salicylamide 150 mg, Chlorpheniramine maleate 2 mg.

8. Procold Flu

procold flu

Obat ini mengandung Paracetamol 500 mg, Phenylephrine HCl 10 mg, Chlorpeniramine maleate 2 mg.

9. Sana Flu

sana flu

Obat ini mengandung Paracetamol 500 mg, Phenylpropanolamine HCl 15 mg.

10. Demacolin

demacolin

Obat ini mengandung Paracetamol 500 mg, Pseudoefedrin HCL 7.5 mg, Klorfeniramin maleat 2 mg.

Referensi Artikel: Buku Pedoman Penggunaan Obat Bebas dan Bebas Terbatas oleh Direktorat Bina Farmasi Komunitas dan Klinik, Ditjen Bina Kefarmasian daan Alat Kesehatan, Departemen Kesehatan RI. 2007.

Nah, itulah tadi penjelasan yang sangat detail terkait flu beserta gejala, penyebab obat dan cara mengatasinya. Mimin rekomendasikan agar kalian membaca juga artikel tentang BATUK.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *