Demam: Gejala, Penyebab, Obat, dan Cara Mengatasi

demam

Suhu tubuhmu tinggi? Wah, bisa jadi kamu sedang demam, tentunya perlu waspada yah, tetapi jangan panik! Karena mimin perhatian, kamu bisa simak penjelasan tentang apa itu demam, gejala, penyebab, cara memastikannya, serta bagaimana tindak lanjut jika benar-benar kamu demam.

Apa itu demam?

Demam adalah gejala dari suatu penyakit dan bukan merupakan suatu penyakit. Seseorang dikatakan demam ketika suhu tubuh diatas normal yaitu 37 0C. Nah, ketika suhu tubuh lebih dari 37,2 0C pada pagi hari dan lebih dari 37,7 0C pada sore hari, maka bisa dikatakan demam.

Pada anak-anak dibawah lima tahun yang mengalami kenaikan suhu tubuh diatas 38 0C dapat menimbulkan kejang yang disertai gejala seperti tangan dan kaki kejang, mata melihat ke atas, gigi dan mulut tertutup rapat, serta penurunan kesadaran. Jika hal tersebut terjadi pada anak-anak, maka segeralah bawa ke dokter.

Bagaimana gejala dari demam?

Seseorang yang terkenan demam akan mengalami hal seperti:

  1. Kepala, leher dan tubuh akan terasa panas, sedang tangan dan kaki dingin
  2. Kemungkinan akan merasa kedinginan dan menggigil jika suhu tubuh meningkat dengan cepat

Apa sih yang menyebabkan terjadinya demam?

Dilansir dari HEALTHLINE,pada umumnya demam disebabkan karena infeksi dan non infeksi. Demam karena infeksi dapat disebabkan oleh kuman, virus, parasit atau mikroorganisme lain. Contohnya yaitu, radang tenggorokan, cacar air, campak, dan lain-lain. Untuk non infeksi biasanya disebabkan oleh dehidrasi pada anak dan lansia, alergi, stres, trauma, dan lain-lain.

Apa yang dapat kita lakukan ketika demam?

Ketika mengalami demam, hal yang dapat kita lakukan yaitu:

  1. Istirahat yang cukup.
  2. Minum air yang banyak.
  3. Usahakan makan seperti biasa, meskipun nafsu makan berkurang .
  4. Periksa suhu tubuh setiap 4 jam.
  5. Kompres dengan air hangat
  6. Hubungi dokter bila suhu sangat tinggi (diatas 380C), terutama pada anak-anak.

Bagaimana cara menggunakan termometer untuk mengukur suhu tubuh?

Adapun petunjuk menggunakan termometer yaitu:

  1. Kocok termometer sebelum mengukur sampai air raksa turun di bawah tanda 35 oC
  2. Termometer ditaruh di bawah lidah selama 1 menit atau di bawah lipatan lengan (ketiak) selama 4 menit pada orang dewasa dan anak-anak.
  3. Suhu normal di bawah lipatan lengan (ketiak) adalah 36,5 o
  4. Untuk mendapatkan suhu yang setara dengan suhu mulut, tambahkan 0,5 oC pada suhu yang terbaca.
  5. Cuci termometer sebelum dan sesudah dipakai.

Kapan kamu harus ke dokter?

Pada demam dengan kondisi tertentu harus segera mengunjungi dokter. Kondisi tersebut antara lain:

  1. Bila seorang bayi menderita panas
  2. Bila demam lebih dari 39 oC (pada anak-anak 38.5 oC) dan tidak bisa turun dengan parasetamol atau kompres.
  3. Bila demam tidak berkurang setelah 2 hari
  4. Bila demam disertai dengan kaku leher
  5. Bila demam yang disertai gejala-gejala lain yang berkaitan dengan demam seperti: ruam kulit, sakit tenggorokan berat, batuk dengan dahak berwarna hijau, sakit telinga, sakit perut, diare, sakit bila buang air kecil atau buang air kecil berkali-kali, kejang, pingsan, dan bintik-bintik merah pada kulit.
  6. Bila terjadi demam setelah melahirkan atau keguguran.

Obat apa yang bisa digunakan untuk menurunkan demam?

Obat yang dapat digunakan untuk mengatasi keluhan demam yaitu:

1. Parasetamol/Asetaminofen

Parasetamol

Kegunaan obat: Menurunkan demam, mengurangi rasa sakit.

Hal yang harus diperhatikan:

  • Dosis harus tepat, tidak berlebihan, bila dosis berlebihan dapat menimbulkan gangguan fungsi hati dan ginjal.
  • Sebaiknya diminum setelah makan.
  • Hindari penggunaan campuran obat demam lain karena dapat menimbulkan overdosis.
  • Hindari penggunaan bersama dengan alkohol karena meningkatkan risiko gangguan fungsi hati.
  • Konsultasikan ke dokter atau Apoteker untuk penderita gagal ginjal.

Kontra Indikasi:

Obat demam tidak boleh digunakan pada:

  • Pnderita gangguan fungsi hati
  • Penderita yang alergi terhadap obat ini
  • Pecandu alkohol

Bentuk Sediaan:

  • Tablet 100 mg
  • Tablet 500 mg
  • Sirup 120 mg/5ml

Aturan Pemakaian:

Dewasa: 1 tablet (500 mg) 3 – 4 kali sehari, (setiap 4 – 6 jam)

Anak:

  • 0 – 1 tahun : ½ – 1 sendok teh sirup, 3–4 kali sehari (setiap 4 – 6 jam)
  • 1 – 5 tahun : 1 – 1 ½ sendok teh sirup, 3 – 4 kali sehari (setiap 4 – 6 jam)
  • 6-12 tahun : ½ – 1 tablet (250-500 mg), 3 – 4 kali sehari (setiap 4 – 6 jam)

2. Asetosal (Aspirin)

Aspirin

Kegunaan obat: Mengurangi rasa sakit, menurunkan demam, antiradang

Hal yang harus diperhatikan:

  • Aturan pemakaian harus tepat, diminum setelah makan atau bersama makanan untuk mencegah nyeri dan perdarahan lambung.
  • Konsultasikan ke dokter atau Apoteker bagi penderita gangguan fungsi ginjal atau hati, ibu hamil, ibu menyusui dan dehidrasi
  • Jangan diminum bersama dengan minuman beralkohol karena dapat meningkatkan risiko perdarahan lambung.
  • Konsultasikan ke dokter atau Apoteker bagi penderita yang menggunakan obat hipoglikemik, metotreksat, urikosurik, heparin, kumarin, antikoagulan, kortikosteroid, fluprofen, penisilin dan vitamin C.

Kontra Indikasi:

Tidak boleh digunakan pada:

  • Penderita alergi termasuk asma
  • Tukak lambung (maag) dan sering perdarahan di bawah kulit
  • Penderita hemofilia dan trombositopenia

Efek samping:

  • Nyeri lambung, mual, muntah
  • Pemakaian dalam waktu lama dapat menimbulkan tukak dan perdarahan lambung

Bentuk Sediaan:

  • Tablet 100 mg
  • Tablet 500 mg

Aturan Pemakaian:

Dewasa: 500 mg setiap 4 jam (maksimal selama 4 hari)

Anak:

  • 2 – 3 tahun : ½ – 1 ½ tablet 100 mg, setiap 4 jam
  • 4 – 5 tahun : 1 ½ – 2 tablet 100 mg, setiap 4 jam
  • 6 – 8 tahun : ½ – ¾ tablet 500 mg, setiap 4 jam
  • 9 – 11 tahun : ¾ – 1 tablet 500 mg, setiap 4 jam
  • 11 tahun : 1 tablet 500 mg, setiap 4 jam

3. Ibuprofen

ibuprofen

Kegunaan obat: Menurunkan demam dan menekan rasa nyeri dan radang, misalnya dismenorea primer (nyeri haid), sakit gigi, sakit kepala, paska operasi, nyeri tulang, nyeri sendi, pegal linu dan terkilir.

Hal yang harus diperhatikan:

  • Gunakan obat dengan dosis tepat.
  • Hati-hati untuk penderita gangguan fungsi hati, ginjal, gagal jantung, asma dan bronkhospasmus atau konsultasikan ke dokter atau Apoteker.
  • Hati-hati untuk penderita yang menggunakan obat hipoglisemi, metotreksat, urikosurik, kumarin, antikoagulan, kortiko-steroid, penisilin dan vitamin C atau minta petunjuk dokter.
  • Jangan minum obat ini bersama dengan alkohol karena meningkatkan risiko perdarahan saluran cerna.

Kontra Indikasi:

Obat tidak boleh digunakan pada:

  • Penderita tukak lambung dan duodenum (ulkus peptikum) aktif
  • Penderita alergi terhadap asetosal dan ibuprofen
  • Penderita polip hidung (pertumbuhan jaringan epitel berbentuk tonjolan pada hidung)
  • Kehamilan tiga bulan terakhir

Efek Samping:

  • Gangguan saluran cerna seperti mual, muntah, diare, konstipasi (sembelit/susah buang air besar), nyeri lambung sampai pendarahan.
  • Ruam kulit, bronkhospasmus, trombositopenia
  • Penurunan ketajaman penglihatan dan sembuh bila obat dihentikan
  • Gangguan fungsi hati
  • Reaksi alergi dengan atau tanpa syok anafilaksi
  • Anemia kekurangan zat besi

Bentuk sediaan:

  • Tablet 200 mg
  • Tablet 400 mg

Aturan pemakaian:

Dewasa: 1 tablet 200 mg, 2 – 4 kali sehari,. Diminum setelah makan

Anak:

  • 1 – 2 tahun : ¼ tablet 200 mg, 3 – 4 kali sehari
  • 3 – 7 tahun : ½ tablet 500 mg, 3 – 4 kali sehari
  • 8 – 12 tahun : 1 tablet 500 mg, 3 – 4 kali sehari
  • tidak boleh diberikan untuk anak yang beratnya kurang dari 7 kg.

Referensi: Buku Pedoman Penggunaan Obat Bebas Dan Bebas Terbatas, Direktorat Bina Farmasi Komunitas Dan Klinik, Ditjen Bina Kefarmasian Dan Alat Kesehatan, Departemen Kesehatan RI. 2007.

Demikian artikel tentang demam beserta gejala, penyebab, obat dan cara mengatasinya. Mimin rekomendasikan agar kalian juga membaca tentang Diare.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *