Cacingan: Gejala, Penyebab dan Pengobatannya

Waduh kamu cacingan? Jangan panik yah, mimin bakal beri penjelasannya di artikel ini. Pastikan kamu memahami arti dari cacingan, penyebab, obat dan cara mengatasinya.

Apa itu Cacingan?

Cacingan adalah penyakit dimana seseorang mempunyai cacing dalam ususnya yang menimbulkan gejala atau tanpa gejala.

Cacingan merupakan masalah kesehatan yang perlu penanganan serius terutama untuk daerah tropis karena cukup banyak penduduk yang menderita kecacingan. Cacingan menyebabkan turunnya daya tahan tubuh, terhambatnya tumbuh kembang anak, kurang gizi dan zat besi yang dapat mengakibatkan anemia.

Bagaimana gejala yang ditimbulkan dari cacingan?

Ada beberapa gejala yang ditimbulkan dari cacingan, yaitu:

  1. Keluarnya cacing pada saat buang air besar atau muntah
  2. Badan kurus dan perut buncit
  3. Kehilangan nafsu makan, lemas, lelah, pusing, nyeri kepala, gelisah dan sukar tidur
  4. Gatal-gatal disekitar dubur terutama malam hari (cacing kremi)
  5. Pada jenis cacing yang menghisap darah (cacing pita, cacing tambang, cacing cambuk) dapat terjadi anemia

Apa sih Penyebab Cacingan?

Menurut WHO, ada beberapa cacing yang menyebabkan penyakit pada manusia terdiri dari:

  1. Cacing gelang (Ascariasis lumbriocoides)
  2. Cacing cambuk (Tricularis sp)
  3. Cacing kremi (Entrobius vermicularis)
  4. Cacing tambang (Nekatoria dan ankilostomia)
  5. Cacing pita (Taenia sp)
  6. Trematoda

Cacing masuk kedalam tubuh manusia dengan berbagai cara. Misalnya, pada telur cacing gelang dapat tertelan sewaktu makan makanan yang terkontaminasi oleh kotoran. Sedang larva cacing tambang hidup ditanah dan masuk lewat kulit yang menyebabkan infeksi.

Cacing pita dan trematoda sebagian besar siklus hidupnya berada pada binatang dan masuk kedalam tubuh manusia karena makan daging/ikan mentah atau setengah matang.

Di Indonesia masalah cacing masih merupakan masalah kesehatan umum. Yang paling sering ditemukan adalah cacing gelang dan cacing kremi. Cacing kremi bertelur di sekitar dubur. Telur-telur ini terbawa oleh jari-jari bila penderita menggaruk, kemudian bila tidak dicuci kedua tangan tersebut maka bisa menularkan ke orang lain.

Penyebab lain dari cacingan juga biasanya karena makanan, minuman dan lingkungan yang tidak bersih. Pada umumnya yang terjangkit cacingan adalah anak-anak. Penularan umumnya terjadi melalui makanan dan melalui kulit.

Bagaimana Cara Mencegah Kecacingan?

Min, aku takut cacingan. Oke, mimin kasi tips pencegahannya. Berikut yang harus kamu lakukan:

  1. Menjaga kebersihan diri dengan memotong kuku, menggunakan sabun pada waktu mencuci tangan sebelum makan, setelah buang air besar dan pada waktu mandi
  2. Menghindari makanan yang telah dihinggapi lalat dan cuci bersih bahan makanan untuk menghindari telur cacing yang mungkin ada serta biasakan memasak makanan dan minuman
  3. Menggunakan karbol di tempat mandi
  4. Menggunakan alas kaki untuk menghindari sentuhan langsung dengan tanah saat bekerja dihalaman, perkebunan pertanian, pertambangan, dll.

Rekomendasi Obat Cacing

Tenang, mimin berikan beberapa rekomendasi obat cacingan, lengkap dengan aturan pakai dan efes sampingnya, antara lain:

1. Pirantel Pamoat

Kegunaan Obat: Pengobatan askariasis, oksiuriasis, ankilostomiasis dan nekatoriasis.

Hal yang harus diperhatikan: Aturan pakai harus dibaca dan dipatuhi

Kontra Indikasi:

  • Penderita gangguan fungsi hati
  • Anak di bawah umur 2 tahun
  • Ibu hamil

Efek Samping: Nafsu makan hilang (anoreksia), mual, muntah, diare, kram lambung, meningkatkan SGOT, sakit kepala, pusing, mengantuk, ruam kulit

Bentuk sediaan: Tablet 125 mg, tablet 250 mg

Aturan pemakaian:

  • Tablet 125 mg
    • 1 – 5 tahun : 1 tablet
    • 5 – 9 tahun : 2 tablet
    • 10 – 15 tahun : 3 tablet
    • diatas 15 tahun dan dewasa : 4 tablet
  • Tablet 250 mg
    • 1 – 5 tahun : ½ tablet
    • 5 – 9 tahun : 1 tablet
    • 10 – 15 tahun : 1½ tablet
    • diatas 15 tahun dan dewasa : 2 tablet

2. Mebendazol

Kegunaan Obat: Pengobatan askariasis, trikuriasis, enterobiasis, ankilostomiasis, nekatoriasis dan infeksi campuran.

Hal yang harus diperhatikan:

  • Konsultasikan ke dokter atau Apoteker untuk penderita diabet dan ibu menyusui.
  • Penggunaan jangka panjang dengan dosis besar dapat menimbulkan penurunan sel darah putih (neutropenia) kembali normal bila obat dihentikan.

Kontra Indikasi:  Anak balita dan ibu hamil akan mengakibatkan pembentukan sel yang tidak normal (teratogenik)

Efek Samping: Nyeri pada lambung, diare

Bentuk Sediaan: Tablet 100 mg

Aturan pemakaian:

  • Untuk cacing kremi, 1 tablet sehari
  • Untuk cacing cambuk, 1 tablet setiap pagi dan 1 tablet setiap malam selama 3 hari berturut-turut.
  • Untuk cacing gelang, 1 tablet setiap pagi dan 1 tablet setiap malam selama 3 hari berturut-turut.

3. Piperazin

Kegunaan Obat: Pengobatan askariasis, oksiuriasis atau enterobiasis

Hal yang harus diperhatikan: aturan pakai harus dibaca dan dipatuhi

Kontraindikasi:

  • Penderita epilepsi
  • Alergi terhadap piperasin
  • Gangguan fungsi hati atau ginjal

Efek Samping: Mual, muntah, gangguan pada fokus mata, dermatitis, diare dan reaksi alergi.

Bentuk Sediaan:

  • Sirup piperazin sitrat 1 g/5 ml (kemasan sirup 15 ml)
  • Sirup piperazin heksahidrat 1 g/5 ml (kemasan sirup 15 ml)

Aturan pemakaian untuk:

– Askariasis (cacing gelang)

Ingat! Diminum selama 2 hari berturut-turut.

Dosis tunggal:

  • Bayi : 2,5 ml
  • 1 – 2 tahun : 5 ml
  • 3 – 5 tahun : 10 ml
  • Diatas 6 tahun dan dewasa : 15 ml

– Oksiurasis

Ingat! Diminum setelah makan, selama 4 hari berturut-turut.

  • Bayi : 1 kali sehari, 2,5 ml
  • 1 – 2 tahun : 2 kali sehari, 2 – 5 ml
  • 3 – 5 tahun : 2 kali sehari, 5 ml
  • Diatas 6 tahun dan dewasa : 3 kali sehari, 5 ml

Nah, demikian penjelasan tentang cacingan beserta penyebab, gejala, penyebab obat dan cara mengatasinya. Mimin rekomendasikan agar kalian membaca juga tentang FLU.

4.5 / 5 ( 2 votes )