Batuk: Obat, Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasi

  • Whatsapp
batuk

#Orangcerdas yang kepo sering bertanya-tanya, batuk itu apa sih, dan kenapa kita bisa batuk, terus kalau kita batuk, cara pengobatannya bagaimana dan obat batuk apa yang bagus. Ada juga yang bertanya, perbedaan batuk berdahak dan batuk tidak berdahak apa sih? Nah, olehnya itu mimin selaku sahabat curhat akan jabarkan secara lengkap terkait “BATUK“, disimak yah!

Batuk itu Apa sih?

Batuk merupakan respon yang dikeluarkan tubuh sebagai salah satu bentuk pertahanan ketika terdapat benda asing selain udara yang masuk kedalam saluran pernafasan kita. Tubuh akan memberikan respon yang berupa batuk untuk mengeluarkan atau meghilangkan benda asing tersebut.

Batuk juga merupakan gejala bahwa terdapat infeksi pada saluran pernafasan atas seperti batuk pilek dan flu. Dimana sekresi hidung dan dahak merangsang salran pernafasan.

Apa Perbedaan Batuk Berdahak dan Tidak Berdahak?

Terdapat dua Jenis batuk, yaitu batuk berdahak dan batuk tidak berdahak atau batuk kering. Batuk berdahak merupakan batuk yang disertai dengan keluarnya dahak (mucus) dari tenggorokan sedangkan batuk kering adalah batuk yang tidak disertai dengan keluarnya dahak pada saat batuk.

Gejala dari Batuk Apa Yah?

Adapun gejala dari batuk antara lain:

  1. Keluarnya udara dari saluran pernapasan secara kuat, yang mungkin disertai dengan pengeluaran dahak
  2. Tenggorokan terasa sakit dan gatal

Kok Saya Bisa Batuk, Penyebabnya?

Batuk dapat disebabkan oleh beberapa hal antara lain :

1. Infeksi

Produksi dahak yang sangat banyak yang disebabkan karena infeksi saluran pernapasan. Misal flu, bronkhitis, dan penyakit yang cukup serius meskipun agak jarang yaitu pneumonia, TBC dan kanker paru-paru.

2. Alergi

Batuk karena alergi bisa terjadi apabila:

  • Masuknya benda asing secara tidak sengaja ke dalam saluran pernapasan. Misal: debu, asap, cairan dan makanan.
  • Mengalirnya cairan hidung ke arah tenggorokan dan masuk ke saluran pernapasan. Misal : rinitis alergika, batuk pilek.
  • Penyempitan saluran pernapasan misal pada asma.

Aku Batuk, Cara Mengatasinya?

Misal nih, sih mimin lagi batuk. Supaya tidak batuk lagi, mimin harus ngapain yah:

  1. Minum banyak cairan (Air atau sari buah) akan menolong membersihkan tenggorokan, jangan minum soda atau kopi.
  2. Hentikan kebiasaan merokok.
  3. Hindari makanan yang merangsang tenggorokan (makanan dingin atau berminyak) dan udara malam.
  4. Madu dan tablet hisap pelega tenggorokan dapat menolong meringankan iritasi tenggorokan dan dapat membantu mencegah batuk kalau tenggorokan anda kering atau pedih.
  5. Hirup uap air panas (Dari semangkuk air panas) untuk mencairkan sekresi hidung yang kental supaya mudah dikeluarkan. Dapat juga ditambahkan sesendok teh balsam/minyak atsiri untuk membuka sumbatan saluran pernapasan.
  6. Minum obat batuk yang sesuai.
  7. Bila batuk lebih dari 3 hari belum sembuh, segera ke dokter.
  8. Pada bayi dan balita bila batuk disertai napas cepat atau sesak harus segera dibawa ke dokter atau pelayanan kesehatan.

Rekomendasi Obat Batuk

Obat batuk ada dua macam, yaitu obat batuk berdahak dan obat batuk kering. Berikut penjelasan dan rekomendasi obatnya.

A. Obat Batuk Berdahak (Ekspektoran)

Obat yang dapat mengobati batuk berdahak meliputi gliseril guaikolat, bromheksin, kombinasi bromheksin dan gliseril guaikolat, dan OBH. Berikut penjelasan terkait kegunaan, aturan pakai dan hal-hal yang harus diperhatikan:

1. Gliseril Guaiakolat

Glyceryl Guaiacolate

Kegunaan

Mengencerkan lendir saluran napas.

Hal yang harus diperhatikan

Hati-hati atau minta saran dokter untuk penggunaan bagi anak di bawah 2 tahun dan ibu hamil.

Aturan pemakaian:

  • Dewasa : 1-2 tablet (100 -200 mg), setiap 6 jam atau 8 jam sekali
  • Anak : 2-6 tahun : ½ tablet (50 mg) setiap 8 jam, 6-12 tahun : ½ – 1 tablet (50-100 mg) setiap 8 jam.

2. BromheksinBromhexine HCl

Kegunaan

Mengencerkan lendir saluran napas.

Hal yang harus diperhatikan

Konsultasikan ke dokter atau Apoteker untuk penderita tukak lambung dan wanita hamil 3 bulan pertama.

Efek samping: Rasa mual, diare dan perut kembung ringan

Aturan pemakaian:

  • Dewasa : 1 tablet (8 mg) diminum 3 x sehari (setiap 8 jam)
  • Anak : Di atas 10 tahun: 1 tablet (8 mg) diminum 3 kali sehari (setiap 8 jam), 5-10 tahun: 1/2 tablet (4 mg) diminum 2 kali sehari (Setiap 8 jam)

3. Kombinasi Bromheksin dengan Gliseril Guaiakolat

Graxine

Kegunaan obat

Mengencerkan lendir saluran napas.

Hal yang harus diperhatikan:

  • Konsultasikan ke dokter atau Apoteker bagi anak di bawah 2 tahun.
  • Konsultasikan ke dokter atau Apoteker bagi penderita tukak lambung.
  • Konsultasikan ke dokter atau Apoteker bagi ibu hamil.

Efek samping

Rasa mual, diare, kembung ringan.

4. Obat Batuk Hitam (OBH)

OBH

Dosis:

  • Dewasa : 1 sendok makan (15 ml) 4 x sehari (setiap 6 jam)
  • Anak : 1 sendok teh (5 ml) 4 x sehari (setiap 6 jam)

B. Obat Penekan Batuk (Antitusif)

Obat penekan batuk meliputi dekstramethorfan HBr dan difenhidramin HCl.

1. Dekstrometorfan HBr (DMP HBr)

Obat Batuk Dextromethorphan

Kegunaan obat

Penekan batuk cukup kuat kecuali untuk batuk akut yang berat.

Hal yang harus diperhatikan

  • Hati-hati atau minta saran dokter untuk penderita hepatitis.
  • Jangan minum obat ini bersamaan obat penekan susunan syaraf pusat.
  • Tidak digunakan untuk menghambat keluarnya dahak.

Efek samping

Efek samping jarang terjadi. Efek samping yang dialami ringan seperti mual dan pusing. Dosis terlalu besar dapat menimbulkan depresi pernapasan.

Aturan pemakaian:

  • Dewasa : 10-20 mg setiap 8 jam
  • Anak : 5-10 mg setiap 8 jam
  • Bayi : 2,5-5 mg setiap 8 jam

2. Difenhidramin HCl

Obat Batuk Difenhidramin HCl

Kegunaan obat: Penekan batuk dan mempunyai efek antihistamin (antialergi)

Hal yang harus diperhatikan:

  • Karena menyebabkan kantuk, jangan mengoperasikan mesin selama meminum obat ini
  • Konsultasikan ke dokter atau Apoteker untuk penderita asma, ibu hamil, ibu menyusui dan bayi/anak.

Efek Samping

Pengaruh pada kardiovaskular dan SSP seperti sedasi, sakit kepala, gangguan psikomotor, gangguan darah, gangguan saluran cerna, reaksi alergi, efek antimuskarinik seperti retensi urin, mulut kering, pandangan kabur dan gangguan saluran cerna, palpitasi dan aritmia, hipotensi, reaksi hipersensitivitas, ruam kulit, reaksi fotosensitivitas, efek ekstrapiramidal, bingung, depresi, gangguan tidur, tremor, konvulsi, berkeringat dingin, mialgia, paraestesia, kelainan darah, disfungsi hepar, dan rambut rontok.

Aturan Pemakaian

  • Dewasa : 1-2 kapsul (25-50 mg) setiap 8 jam
  • Anak : ½ tablet (12,5 mg) setiap 6-8 jam

Referensi Artikel: Buku Pedoman Penggunaan Obat Bebas dan Bebas Terbatas, Direktorat Bina Farmasi Komunitas dan Klinik, Ditjen Bina Kefarmasian daan Alat Kesehatan, Departemen Kesehatan RI. 2007.

Nah, itulah tadi penjelasan yang sangat detail terkait batuk beserta jenis, gejala, penyebab obat dan cara mengatasinya. Mimin rekomendasikan agar kalian membaca juga artikel tentang FLU.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *